SMP Unggulan Malang
Pengertian Pendidikan Sekolah
Pendidikan
sekolah terdiri dari dua kata istilah yang masing-masing mempunyai arti
tersendiri yaitu istilah “pendidikan” yang berarti proses pemupukan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk mewujudkan segenap potensi yang ada
dalam diri seseorang, dan istilah “sekolah” yang berarti sekolah adalah lembaga
dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala aktifitasnya direncanakan
dengan sengaja yang disebut kurikulum.
Dari kedua
istilah tersebut dapat ditarik pengertian tentang apa itu pendidikan sekolah,
pendidikan sekolah adalah “pendidikan yang secara sengaja dirancang dan
dilaksanakan dengan aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan
berkesinambungan sehingga disebut pendidikan formal”.
Jenjang Lembaga Pendidikan sekolah (formal) meliputi :
Pendidikan
Menengah meliputi:
- SMTA meliputi :
– Kejuruan
– Umum - SMTP meliputi :
– Kejuruan
– umum - Pendidikan dasar meliputi :
SD
TK - Jenis Lembaga Pendidikan
Sekolah (formal)
Umum meliputi :
SMTA
SMTP
SD
TK - Kejuruan meliputi
- Tehnik industri : STM
- Kejuruan : SMEA
- Kerumah tanggaan : SMKK, SPK,
SAA, SMPS
- Jasa : SPK
- Petanian : SMTP[4]
Para ahli
pendidikan banyak yang berpendapat mengenai fungsi pendidikan sekolah antara
lain :
Menurut Bogar Daus, fungsi pendidikan sekolah ada 2 yaitu :
- Memberantas kebodohan
- Memberantas salah pengertian
Yang keduanya dapat dirumuskan sebagai berikut:
- Menolong anak untuk menjadi
melek huruf dan mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektualnya.
- Mengembangkan pengertian yang
luas tentang manusia lain yang berbeda kebudayaan dan interestnya.
Gillin & Gillin berpendapat bahwa pendidikan sekolah adalah penyesuaian diri anak dengan stabilitas masyarakat.
David
Popenoe mengemukakan pendapat yang lebih terperinci mengenai fungsi pendidikan
sekolah, menurut beliau ada 4 macam fungsi yaitu :
1) Transmisi
kebudayaan mayarakat
2) Menolong individu memilih dan melakukan peranan sosialnya
3) Menjamin integritas sosial
4) Sebagai sumber inovasi sosial
Menurut Bachtiar Rifai terdapat lima fungsi pendidikan sekolah yaitu :
1) Perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian
2) Transmisikultural
3) Integrasi sosial
4) Inovasi
5) Pra seleksi dan pra alokasi tenaga kerja.[5]
5. Kompenen Pendidikan Sekolah
Komponen
yang diperlukan harus disesuaikan dengan keadaan anak atau peserta didik agar
memperoleh hasil yang memuaskan, antara lain :
- Tujuan
Tujuan
adalah pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan
belajar mengajar. Kepastian dari perjalanan proses belajar mengajar berpangkal
tolak dari jelas tidak nya perumusan tujuan pengajaran. Tercapainya tujuan sama
halnya keberhasilan pengajaran.[6] Sedikit banyak perumusan tujuan akan
mempengaruhi kegiatan pengajaran yang dilakukan guru, dan secara tidak langsung
guru akan mempengaruhi kegiatan belajar siswa (peserta didik).
2.Guru
Guru adalah
tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu kepada anak didik disekolah. Guru
sangat berperan dalam menentukan cara yang dianggap efektif untuk pembelajaran
siswa, ketidak pedulian guru terhadap pembelajaran siswa akan membawa
kemerosotan bagi perkembagan siswa.
Guru yang
sering memberikan latihan-latihan dalam rangka pemahaman materi akan menghasilkan
siswa yang lebih baik, dengan kata lain prestasi belajar sangat ditentukan oleh
cara mengajar guru yang akan menciptakan kebiasaan belajar pada siswa.
Dalam konsep
Islam, seorang guru haruslah bukan hanya sekedar tenaga pengajar, tetapi
sekaligus adalah pendidik. Karena itu, dalam Islam, seorang dapat menjadi guru
bukan hanya karena ia telah memenuhi kualifikasi keilmuan dan akademis saja,
tetapi lebih penting lagi ia harus terpuji akhlaknya. Dengan demikian, seorang
guru bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih penting
pula membentuk watak dan pribadi anak didiknya dengan akhlak dan ajaran-ajaran
Islam.
Syed Hossein
Nasr dan kawan-kawan dalam “Konprensi Pendidikan Islam Pertama” di Makkah tahun
1977 antara lain menyimpulkan : sebagai seorang figur sentral dalam pendidikan,
guru haruslah dapat diteladani akhlaknya disamping kemampuan keilmuan dan
akademisnya. Selain itu, guru haruslah mempunyai tanggung jawab dan keagamaan
untuk membentuk anak didiknya menjadi orang yang berilmu dan berakhlak.
3. Anak
didik
Anak didik
adalah orang yang sengaja datang kesekolah. Orang tuanyalah yang memasukkannya
untuk didik agar menjadi orang yang berilmu pengetahuan di kemudian hari.[12]
Anak didik datang dari berbagai bentuk latar sosial, budaya, ekonomi, bakat,
dan kemampuan masing-masing yang berbeda antara satu sama lain.
4. Kegiatan
Pengajaran
Pola umum
kegiatan pengajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik
dengan bahan-bahan sebagai perantara.[13] Gaya mengajar guru lebih dominan
mempengaruhi gaya belajar anak didik. Strategi penggunaan metode mengajar
sangat menentukan kualitas hasil belajar, sehingga dalam mengajar seorang guru
jarang sekali menggunakan satu metode.
5. Kurikulum
Pengertian
kurikulum yang disebut terakhir ini sejalan pula dengan pendapat Hasan
Langgulung. Menurutnya, kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan,
kebudayaan, sosial, olah raga, dan kesenian, baik yang berada di dalam maupun
di luar kelas yang dikelola oleh sekolah.
6. Faktor
lingkungan
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada disekitar anak baik berupa benda-benda atau
peristiwa-peristiwa yang terjadi, maupun kondisi masyarakat terutama yang dapat
memberi pengaruh kuat kepada anak, yaitu lingkungan dimana proses pendidikan
berlangsung dan lingkungan dimana anak-anak bergaul sehar-harinya.
Lingkungan
mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil atau tidaknya
pendidikan, karena perkembangan jiwa anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dimana ia hidup. Lingkungan dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif
terhadap perkembangan jiwa anak, dalam sikapnya, akhlaknya maupun perasaan
agamanya dalam perkembangan berikutnya.

Komentar
Posting Komentar